Tentang Kami

ROTARY CLUB SEMARANG, BERAWAL DARI RUMAH MAKAN

APABILA kebanyakan orang menyebut nama Rotary Club sebagai charity maupun social organization, President Rotary Club Semarang Sentral Distrik 3420 periode 2013-2014 Widjaja Kusumo tidak akan menyalahkan. Meskipun, sebenarnya pernyataan itu tidak sepenuhnya tepat.

Bertolak pada sejarah berdiri, Rotary Club merupakan organisasi yang bertujuan mengabdikan diri bahkan menjadi pelayan masyarakat. Berbagai kegiatan yang digelar, tentu saja tidak jauh dari tujuan awal. Khususnya, melayani masyarakat yang membutuhkan.

Sehingga, kata Widjaja, dalam penerimaan angota yang disebut Rotarian, akan disesuaikan jenis pekerjaan utama mereka. Dasar ini pula yang menjadi ciri khas di tiap Rotary Club yang telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.

"Pada intinya, kegiatan kami lebih fokus pada pelayanan maupun kemanusiaan kepada mereka yang kurang mampu. Sifatnya lebih ke charity atau bakti sosial, seperti pembagian sembako, donor darah, hingga operasi penyakit tertentu," kata Widjaja yang kini bekerja di Permata Bank Wilayah Jateng-DIY itu.

Widjaja mengisahkan, cikal bakal Rotary Club yang dipimpinnya dimulai 2 Maret 1994, atas prakarsa Past President (PP) Buby W Suryokusumo (Governor's Groups Representative (GGR)).
Saat itu, beberapa rotarian dan tokoh masyarakat bertemu di Rumah Makan Semarang, di Jalan Gajahmada Nomor 125, Semarang. Dalam pertemuan itu, mereka bersepakat menambah jumlah Rotary Club di Kota Lunpia. Semula telah ada tujuh klub, dan ditambah satu lagi menjadi delapan Rotary Club.

"Pertemuan itu merupakan awal komitmen. Rotary Club Semarang Sentral baru resmi terbentuk pada 30 Juni 1994 sebagai anggota Rotary Internasional. Ketika itu, yang meresmikan President Rotary International Robert R Barth dan dihadiri Menteri Kependudukan dan BKKBN Prof DR Haryono Suyono dan Jaya Suprana (pengusaha Jamu kota Semarang). Mereka pun kini menjadi anggota kehormatan di klub kami," kata Widjaja.

Charter President Rotary Club Semarang Sentral Ratna Susiani menambahkan, pembentukan Rotary Club ke delapan di Semarang itu semakin membulatkan tekad mereka menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah melayani orang yang membutuhkan, serta menggalang persahabatan dan keakraban baik antar anggota maupun pihak lain di luar Rotary Club.

Ratna menjelaskan, saat ini ada delapan Rotary Club di Kota Semarang. Yakni, Rotary Club Semarang (1973), Rotary Club Semarang Bojong (1982), Rotary Club Semarang Indraprasta (1989), Rotary Club Semarang Kunthi (1991), Rotary Club Semarang Tugumuda (1992), Rotary Club Semarang Candi (1993), Rotary Club Semarang Tanjung Emas (1993), dan Rotary Club Semarang Sentral (1994).

Kini, di usianya yang menginjak 19 tahun, Rotary Club Semarang Sentral terus berkomitmen membantu merealisasikan impian sesama. Tidak hanya di Semarang, tetapi juga di daerah lain, bahkan di seluruh dunia.